Makalah Ilmiah Tempuyung Penghancur Batu Ginjal

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.
           
            Puji syukur kehadirat  Allah swt yang senantiasa mencurah  limpahankan  rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada penulis hingga terselesaikannya penyusunan paper ini yang berjudul “TEMPUYUNG PENGHANCUR BATU GINJAL”.
            Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan bagi baginda tercinta Rasulullah saw. Kepada sahabatnya tabiin dan tabiatnya, keluarganya, dan semoga sampai kepada kita sebagai umatnya, Amiin.

            Paper ini diajukan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian nasional (UN) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Darussalam Ciamis Jawa Barat Tahun Pelajaran 2016. Penulis berharap sekali informasi yang disajikan benar-benar berguna dapat memperluas serta menambah wawasan, manfaat , serta hikmah bagi pembaca.
            Pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada:
1.      K.H. Dr. Fadlil Munawar Manshur, M.S. selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.
2.      Dra. Hj. Eulis Fadilah Jauhar Nafisah,  M.Pd.I. selaku kepala MAN Darussalam.
3.      Ibu Mu’minah, M.Pkim. selaku Biro Paper sekaligus wali kelas XII IPA PI 2 yang senantiasa memberikan nasihat dan motivasi.
4.      Bapak Kiswan, S.Ag., M.Pd. yang telah membimbing dan memberi masukan kepada penulis.
5.      Ayahanda dan Ibunda tercinta, yang telah mendoakan dan memberi dukungan kepada penulis.
6.      Bapak Ibu Guru MAN Darussalam yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu yang bermanfaat.
7.      Kepada keluarga tercinta yang telah memberi motivasi dan do’a.
8.      Rekan-rekan seangkatan yang telah memberikan kesan, baik dalam susah maupun senang.
9.      Keluarga Mudabbir 1436 H yang selalu menjadi motivaor dalam penyusunan paper ini.
      Penulis merasa yakin paper ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, berharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Penulis berharap agar karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat umum, masyarakat sekitar, dan khususnya bagi pembaca. Semoga Allah s.w.t senantiasa menjadikan kita semua berada dalam keridhoan-Nya dalam menempuh hidup yang berkah ini.


Darussalam,  Februari 2016
Ira Rahmaulia
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
            Dalam rangka memenuhi salah satu tugas paper program Ilmu Pengetahuan Alam yaitu dengan mengambil tema “ Tempuyung Penghancur Batu Ginjal “, maka saya menyusun paper ini dengan harapan agar pembaca dapat mengetahui dan memahami mengenai tanaman yang berada di alam. Banyak obat-obatan penghancur batu ginjal yang sudah tersedia, salah satunya adalah dari bahan tanaman tempuyung. Tanaman yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar kita ini ternyata dapat dijadikan sebagai obat dari bahan alami untuk menghancurkan batu ginjal.
Sekarang ini, seringkali orang terserang penyakit yang menyerang sistem ekskresi khususnya dalam ginjal. Banyak penyakit yang menyerang salah satu organ ekskresi ini,  salah satunya adalah batu ginjal yang ditandai dengan demam dan timbul rasa nyeri yang hebat di daerah pinggang. Pada golongan usia lanjut, gejala batu ginjal bukan hanya  panas atau rasa nyeri melainkan timbul kegelisahan atau kebingungan, dan tidak bisa mengeluarkan air kencing. Rasa sakit diakibatkan ginjal berusaha untuk  mengeluarkan batu yang tersumbat. Keberhasilan ginjal mengeluarkan batu yang menyumbat tergantung dari ukuran batu.
Batu yang berukuran kecil biasanya berhasil dikeluarkan oleh ginjal, kemudian masuk kedalam kantung kemih. Kadang-kadang batu yang masih berbentuk pasir kecil dapat dikeluarkan saat kencing tanpa mengalami keluhan. Biasanya, keluhan terjadi apabila batu sudah cukup besar. Gerakan batu ketika proses pengeluaran, akan melukai dinding saluran kemih sehingga dapat menimbulkan infeksi. Tanda infeksi dapat terlihat pada air kencing yang mengandung darah atau air kencing yang berwarna merah.
Jika tidak diobati, batu ginjal tersebut akan semakin membesar sehingga pengeluaran secara alami sulit terjadi. Semakin besar batu dalam ginjal akan menghambat proses pengeluaran air kencing. Secara medis, penanganannya dapat dilakukan dengan mengeluarkan batu melalui operasi.
Banyak obat-obatan tradisional untuk batu ginjal yang sudah tersedia, salah satunya adalah dari bahan tanaman tempuyung. Tanaman yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar kita ini ternyata dapat dijadikan obat dari bahan alami untuk mengobati penyakit batu ginjal.

B.  Rumusan Masalah
1. Apakah khasiat tanaman tempuyung?
2. Apakah kandungan dalam tanaman tempuyung?
3. Bagaimanakah cara mengobati penyakit batu ginjal oleh tempuyung?

C.  Tujuan Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan penulisan paper ini adalah :
1. Untuk mengetahui khasiat tanaman tempuyung.
2. Mengetahui kandungan-kandungan yang terdapat dalam tanaman tempuyung.
  3.  Mengetahui cara tanaman tempuyung mengobati penyakit batu ginjal.

D.  Pembatasan Masalah
Untuk membatasi masalah dalam paper ini, maka penulis membatasi permasalahan hanya dalam pembahasan tentang :
1.    Kandungan dan khasiat yang terdapat dalam tempuyung.
2.    Gejala dan penyebab batu ginjal.
3.    Jenis-jenis batu ginjal
4.    Pencegahan batu ginjal
5.    Pengobatan batu ginjal dengan tanaman tempuyung

E.   Metode Penulisan
Di dalam penyusunan paper ini penulis menggunakan metode penggunaan perpustakaan dan E-Book di internet, serta mempelajari buku-buku yang penulis jadikan sebagai referensi dalam pengumpulan informasi dan data, serta mencari situs-situs yang berkaitan dengan masalah yang penulis bahas.
F.       Manfaat Penulisan
Manfaat dan kegunaan penyusunan karya ilmiah ini diharapkan bisa :
1.      Menambah wawasan seseorang tentang tanaman tradisional.
2.      Memberikan motivasi kepada seseorang agar menjaga pola hidup yang sehat.
3.      Menumbuhkan minat seseorang agar tetap menjaga dan memelihara  tanaman tradisional khususnya tanaman tempuyung dengan cara membudidayakannya.

G.   Sistematika Penulisan
      Adapun sistematika penulisan dalam peper ini adalah :
BAB I        PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
B.       Perumusan Masalah
C.       Tujuan Penulisan
D.      Pembatasan Masalah
E.       Metode Penulisan
F.        Manfaat Penulisan
G.      Sistematika Penulisan

BAB II       LANDASAN TEORI
A.    Mengenal Tanaman Tempuyung
B.     Klasifikasi Tanaman Tempuyung
C.      Mengenal Penyakit Batu Ginjal

BAB III     PEMBAHASAN
A.  Kandungan yang Terdapat dalam Tempuyung
B.  Khasiat Tanaman Tempuyung
C.  Gejala dan Penyebab Batu Ginjal
D.  Pengobatan Batu Ginjal dengan Tempuyung           

BAB IV     PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran




























BAB II
LANDASAN TEORI

A.   Mengenal Tanaman Tempuyung (Sonchus Arvensis)
            Tempuyung merupakan tumbuhan liar yang sering dijumpai di tempat terbuka atau sedikit terlindungi dari sinar matahari. Kondisi ini misalnya tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar. Meski berupa tanaman liar, tumbuhan tersebut kerap kali juga ditanam sebagai tanaman obat di karangan rumah.[1] Tempuyung  adalah tumbuhan asli Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Tetapi sekarang tumbuhan ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Tumbuhan tempuyung juga bergetah putih, hingga sejak dulu masyarakat Eropa percaya bahwa tempuyung dapat meningkatkan hasil susu sapi. Hingga kemudian tempuyung di impor ke Amerika, dan ditanam di padang penggembalaan sapi, terutama sapi perah.
Gambar 1. Daun Tempuyung
            Tempuyung diketahui berasal dari Eurasia. Tumbuhan tersebut dapat ditemukan dan tumbuh subur pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50-1,650 m di atas permukaan laut.  Tanaman ini memiliki akar tunggang yang kuat, batang berongga, batang tegak, dan berusuk serta mempunyai tinggi antara 0,6-2 m. Tempuyung memiliki nama latin Sonchus Arvenis, merupakan tanaman herbal menahun dari Genus Sonchus yang dilaporkan pertama kali pada tahun 1814 di Pennsylvania.
            Tempuyung termasuk ke dalam famili tumbuhan Compositae, yang mempunyai daun tunggal pada bagian bawah, berkumpul pada pangkal yang membentuk roset akar.[2]  Tanaman ini dapat ditanam di tanah yang kering atau tegalan pada musim hujan. Akan tetapi, ketika musim kemarau tanaman ini harus dilakukan pengairan, misalnya tanah sawah. Cara pembudidayaan tanaman tempuyung dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif. Secara ekonomis, tanaman tempuyung dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi para petani. Untuk permulaannya siapkan dahulu lahan yang akan digunakan, olah dengan bendengan. Panjang bendengan sesuaikan dengan keadaan, kemudian beri pupuk organik. Pilihlah bibit yang baik, padatkan tanah disekitar pangkat bibit, dengan jarak tanam 30-40 cm.
            Penanaman sebaiknya dilakukan lewat tengah hari, agar tanaman tidak cepat layu karena kepanasan. Pemakaian naungan sementara berupa daun atau batang pisang sangat dianjurkan. Sebenarnya pemeliharaan tanaman tempuyung tidak terlalu sulit, karena dapat tumbuh liar di sembarang tempat. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan pemeliharaan yang intensif, dengan cara penyiraman, penyulaman, penyilangan, pemupukan dan pengendalian hama. Waktu panen yang baik adalah sebelum tanaman tempuyung berbunga sekitar 2,5-3 bulan.

B.   Klasifikasi Tanaman Tempuyung
Batang tanaman tempuyung berlubang dan bergetah hijau. Daunnya tunggal, bagian bawah membentuk roset akar, bentuk lonjong atau lanset, ujung runcing, dan pangkal bertoreh hijau. Warna daun hijau keunguan, panjang 6-48 cm, lebar 3-12 cm,  permukaannya licin, dan tepinya berombak serta bergerigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun yang bergerigi terpusat membentuk roset dan yang terletak di sebelah atas berseling-seling memeluk batang. Bagian daun yang berombak dan memeluk batang inilah yang berkhasiat sebagai penghancur batu ginjal.[3]
Gambar 2. Bunga Tempuyung

Perbungaan tumbuhan tempuyung berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk  jarum, warnanya kuning cerah, dan lama- kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buahnya berbentuk kotak, berusuk lima dengan bentuk memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut hitam, dan cokelat kekuningan. Biji tempuyung berukuran kecil, bobotnya ringan, dan berbentuk serbuk.
     Bagian-bagian daun tempuyung sebagai berikut :
1.      Epidermis atas memiliki sel poligonal, dinding sel agak lurus atau bergelombang, dan berkultikula.
2.      Epidermis bawah memiliki sel bergelombang, berkultikula,[4] dan stomata[5] lebih banyak.
3.      Mulut daun bertipe anisosistik, yaitu memiliki bentuk yang tidak sama satu dengan lainnya.
4.      Rambut kelenjar sangat sedikit.
5.      Rambut penutup sangat sedikit.
6.      Mesofil[6] mengandung palisade parenkim yang terdiri dari satu sampai dua lapis. Sel palisade lapisan pertama berbentuk tabung yang lebih besar dan panjang daripada sel palisade lapisan kedua. Jaringan palisade karang bersel lebih kecil, bentuk tidak beraturan, dan terdapat beberapa saluran getah. Ada satu buah berkas pembuluh di tulang daun bagian pucuk, sedangkan di bagian pangkal daun terdapat tiga sampai enam buah.
7.      Kolenkim terdiri dari dua sampai tiga lapisan sel
Perbedaan asal tempat tumbuh tempuyung tidak menyebabkan perbedaan struktur anatomi. Namun, perbedaannya terjadi pada jumlah berkas pembuluh di bagian pucuk dan pangkal tulang.

C.   Mengenal Penyakit Batu Ginjal
            Sebelum urine (air kemih) dikeluarkan melalui saluran terakhir uretra[7], urine disaring oleh glomerulus. Zat yang berguna akan kembali ke darah, sedangkan zat yang tidak terpakai akan dikeluarkan melalui pembuluh menuju ke piala ginjal, lalu mengalir melalui saluran yang disebut ureter, lalu ke kandung kemih, jika ginjal kekurangan cairan dalam proses pengeluaran tersebut maka terjadi kekeruhan. Lama-kelamaan mengkristal dan menjadi kerak.
            Penyakit batu ginjal merupakan suatu kondisi terbentuknya batu atau timbunan kerak atau kristal dalam kantong empedu. Dalam istilah kedokteran, batu ginjal sering disebut nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal dalam saluran kemih adalah massa keras, seperti batu, yang terbentuk sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kemih, atau infeksi. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis. Biasanya batu ini terbentuk pada dua tempat ginjal yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan kelopak ginjal (calix renalis). Tetapi, terkadang, batu juga terbentuk dalam saluran empedu. Timbunan ini terbentuk karena komposisi batu empedu sudah tidak seimbang sehingga bentuknya tidak cair lagi dan kemudian mengendap.
            Menurut sebuah referensi, urine mengandung banyak garam dalam bentuk larutan dan jika konsentrasi garam mineral berlebih, maka kelebihan garam ini mengendap menjadi partikel padat yang disebut batu ginjal. Batu ginjal di klasifikasikan sebagai primer apabila batu tersebut terbentuk tanpa sebab yang jelas, misalnya infeksi atau penyumbatan. Diklasifikasikan sekunder apabila berkembang setelah adanya infeksi ginjal atau kelainan.[8]
            Beberapa keadaan yang dapat memperbesar peluang terbentuknya batu ginjal adalah berkurangnya volume cairan atau bertumpuknya mineral, cukup membuat terganggunya keseimbangan yang sempurna antara cairan dan larutan yang ada dalam ginjal. Ketika batu mulai berkembang, biasanya ini bisa terus tumbuh. Sebuah nukleus dari endapan garam urine merupakan kumpulan bakteri, jaringan yang rusak, sel mati, atau keping darah kecil. Mineral menarik partikel dari luar dan membungkusnya. Saat batu bertambah, bagian permukaan menjadi tempat bagi mineral lain, lalu bertambah besar.
            Batu ginjal dapat dideteksi dengan cepat melalui kehadiran darah atau protein dalam air kencing. Penyebab utama adanya darah dalam air kencing adalah adanya infeksi atau  gesekan batu-batu dalam saluran kencing dan ginjal, ketika terjadi proses pengeluaran air kencing, serta perkembangan sel yang tidak normal di daerah tersebut. Biasanya dalam kondisi tersebut seseorang bisa dinyatakan terkena kanker ginjal atau kanker saluran kencing. Adanya protein dalam air kencing bisa dijadikan indikasi terjadinya penurunan fungsi ginjal sebagai penyaring darah, Kondisi ini diakibatkan oleh keadaan ginjal yang tidak bisa berfungsi secara normal atau penyaringan tidak ketat sehingga protein lolos. Dalam keadaan normal, protein tidak boleh lolos  dan harus dialirkan ke seluruh tubuh.
Gambar 3. Ginjal yang Terkena Batu Ginjal

            Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul di atas penyumbatan. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran dalam ginjal, sehingga menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal, dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.
            Sebenarnya, jika batu atau timbunan kerak tersebut tidak bergerak atau diam, maka tidak akan menimbulkan gejala apapun. Hanya  batu yang menyumbat saluran empedu akan mengakibatkan peradangan pada kantong empedu yang mengakibatkan sakit yang hebat. Dan serangan sakit itu biasanya berlangsung sampai beberapa jam.
            Batu yang berbentuk seperti kristal ini timbul dengan variasi ukuran, mulai dari butiran pasir sampai lebih besar dari bola golf. Ia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kolesterol yang berlebihan dan larut dalam empedu, campuran kolesterol dan bilirubin, atau campuran kalsium dan bilirubin.[9] Dan biasanya, terbentuknya batu empedu ini disebabkan oleh empedu yang terlalu lama tersimpan dalam kantong empedu, kemudian batu berjalan mengikuti aliran darah ke saluran empedu dan menyangkut disana. Bahkan, dalam salah satu sumber, disebutkan bahwa bukan hanya karena lamanya empedu yang tersimpan yang menyebabkan batu empedu, namun kantung empedu jarang dikosongkan atau terlalu sering kepenuhan pun dapat menjadi penyebabnya. Hal ini disebabkan oleh cairan empedu yang bisa menjadi sangat pekat dan mempercepat terbentuknya batu empedu.[10]
            Penyakit batu ginjal sering terjadi di  masyarakat tanpa mengenal golongan. Batu pada ginjal atau saluran kemih terbentuk dari senyawa dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Senyawa batu berupa batu oksalat,[11] urat, CaCO3, dan lemak. Dalam kondisi tertentu, senyawa oksalat berbentuk larutan sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui air kencing. Namun, dalam kondisi yang lain, senyawa tersebut dalam bereaksi dengan ion kalsium (kapur) membentuk kalsium oksalat yang sukar larut dan cenderung dapat membentuk kristal. Semakin lama kristal tersebut akan semakin membesar sehingga membentuk gumpalan batu. Batu dalam senyawa tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal dan saluran kemih.







BAB III
PEMBAHASAN

A.   Kandungan yang Terdapat dalam Tempuyung
          Tanaman yang dikenal dengan nama daerah galibug, jombang, lempung, lampenas, atau rayana ini rasanya pahit dan dingin. Salah satu sumber menjelaskan bahwa tanaman ini mempunyai kandungan senyawa kimia inositol, silika, kalium, flavonoidi[12], kalsium, magnesium, natrium, asam fenolat dan taraksasterol.
Kandungan flavonoid total di dalam daun tempuyung sebesar 0,1044%. Berbeda dengan akar tempuyung yang mengandung senyawa alkaloid total kurang lebih 0,5% dan flavonoid yang terbesar adalah apigenin-7-O-glukosida. Selain berguna sebagai antiradang, senyawa flavonoid dalam daun tempuyung juga berguna untuk menjaga kesehatan. Apigenin-7-O-glukosida adalah salah satu golongan flavonoid yang mempunyai potensi cukup baik untuk menghambat kerja enzim xantin oksidasi dan superoksidase, sehingga pembentukan asam urat jadi terhambat atau berkurang.
Tanaman yang berfungsi diuretik seperti tempuyung ini mengandung asam fenolat. Asama fenolat dalam tempuyung terikat sebagai glikosida dan ester. Kandungan kalium dalam daun tempuyung cukup tinggi. Kalium inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai. Kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentukan batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan keluar bersama urine.[13]
Hasil penelitian dari farmakologis dengan melakukan suatu uji coba pada urine tikus dan pelarutan batu ginjal menyimpulkan bahwa kandungan ekstrak air dan ekstrak alkohol alami dalam daun tempuyung menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
a.       Daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal.
b.      Daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol.
c.       Akar tempuyung mengandung senyawa flavonoid total kira-kira 0.5% dan flavonoid yang terbsar adalah apigenin 7-0 glukosida. Senyawa flavonoid menunjukkan aktivitas yang bermacam-macam, di antaranya mempunyai aktivitas sebagai diuretik, antivirus, antihistamin, antihipertensi, bakteriostatik. Selain itu, flavonoid juga mempunyai aktivitas menurunkan kadar asam urat melalui penghambatan enzim xantin oksidase.
d.      Ekstrak daun tempuyung dapat menurunkan kadar asam urat pada serum darah tikus putih. Kelebihan pada penelitian terdahulu adalah dosis ekstrak 0,625 g/KgBB memiliki efek yang setara dengan allopurinol untuk menurunkan kadar asam urat, kelemahan pada penelitian terlebih dahulu yaitu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat keadaan hiperurisenia karena menggunakan diet tinggi purin.
e.       Tempuyung memiliki bagian akar dan daun yang memiliki efek penurunan kadar asam urat. Maka peneliti ingin mengadakan penelitian tentang bagian lain dari tanaman tempuyung, yaitu akar tempuyung tehadap penurunan kadar asam urat sebagai penelitian lanjutan.

B.   Khasiat Tanaman Tempuyung
          Penggunaan tanaman tempuyung untuk mengobati penyakit batu ginjal, batu saluran kemih dan asam urat selalu dikombinasikan dengan tanaman obat lain sesuai dengan tingkat perkembangan penyakit dan penyakit komplikasi atau penyakit penyerta yang diderita pasien. Tanaman tempuyung bersifat pahit, menetralkan, dan melancarkan peredaran darah. Selain itu tanaman ini juga bersifat diuretik, sehingga berguna menyembuhkan kegemukan. Selain itu tanaman ini juga berkhasiat untuk memperlancar air kencing, mengobati radang saluran kencing, mengobati hipertensi, mengobati disentri dan wasir, menyembuhkan bisul dan menurunkan panas. Khasiat lainnya dapat mengeluarkan atau menawarkan racun dan menghilangkan bengkak.
Gambar 4. Khasiat DaunTempuyung

C.    Gejala dan Penyebab Batu Ginjal
     Kerusakan ginjal atau peradangan mengakibatkan adanya darah dan protein darah dalam air kencing. Gejala umum yang seringkali terjadi dari penyakit ini adalah :
a.    nyeri di perut bagian bawah (jika batu menyumbat kandung kemih)
b.    nyeri punggung atau nyeri kolik yang hebat (jika batu menyumbat ureter )
c.    nyeri hebat yang hilang timbul, di daerah antara tulang rusuk dan tulang             pinggang yang menjalar, daerah kemaluan, dan paha sebelah dalam,
d.   mual dan muntah,
e.    perut menggelembung,
f.     demam,
g.    menggigil,
h.    darah dan nanah di dalam urine, dan
i.      sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter.
Pada golongan usia lanjut, gejala batu ginjal bukan hanya panas atau rasa nyeri, melainkan tidak bisa mengeluarkan air kencing. Rasa sakit diakibatkan ginjal berusaha mengeluarkan batu yang menyumbat. Keberhasilan ginjal mengeluarkan batu yang menyumbat tergantung dari ukuran batu.
Banyak yang mengira jika batu ginjal hanya memiliki satu jenis yang mengganggu kesehatan tubuh, namun pada kenyataannya, ada beberapa jenis dari batu ginjal yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :[14]
1.      Batu Kalsium
Umumnya batu ginjal yang terbanyak adalah kalsium, yaitu jenis kalium oksalat dan kalsium fosfat. Batu jenis ini mengandung kapur dan mudah mengendap di saluran kemih serta tergolong mudah membentuk batu pada air seni yang bersuasana basa. Jika difoto rontgen, batu kalsium tampak berwarna putih.
2.      Batu Struvit (Infeksi)
Terbentuknya batu ini karena infeksi bakteri. Batu jenis struvit terdiri atas kalsium fosfat, magnesium, dan amonium. Batu dapat berkembang menjadi lebih besar dan memiliki bentuk agak runcing seperti tanduk. Jika dirontgen tampak berwarna putih.
3.      Batu Asam Urat
Batu ini timbul karena endapan asam urat. Oleh karena itu, biasanya penderita juga menderita asam urat (gout). Penyebab terjadinya asam urat karena penderita banyak mengonsumsi makanan yang mengandung asam urat, seperti jeroan dan kacang-kacangan. Bentuk batu jenis ini relatif kecil, bahkan jika difoto rontgen tidak nampak. Namun gejalanya cukup dirasakan oleh penderita.

4.      Batu Cystin
Penyakit batu ginjal akibat batu cystin jarang ditemukan. Biasanya karena bawaan dari kecil atau diturunkan oleh orang tuanya.
Gambar 5. Contoh Batu Empedu
            Batu yang berukuran kecil biasanya berhasil dikeluarkan oleh ginjal, kemudian masuk ke dalam kantung kemih. Kadang-kadang batu yang masih berbentuk pasir kecil dapat di keluarkan saat kencing tanpa mengalami keluhan yang hebat dari penderita. Biasanya, keluhan terjadi ketika batu sudah cukup besar. Batu yang sudah berukuran besar sangat sulit untuk dikeluarkan oleh si penderita. Dan penderita juga akan merasakan sakit yang hebat ketika batu tersebut akan dikeluarkan. Gerakan batu yang berukuran besar tersebut, ketika terjadi proses pengeluarannya akan melukai dinding saluran kemih sehingga dapat menimbulkan infeksi. Tanda infeksi dapat terlihat pada air kencing yang mengandung darah atau air kencing yang berwarna merah.
            Namun, ada juga penyebab-penyebab lainnya dengan berbagai kondisi yang beragam yang memicu adanya batu ginjal, yakni: [15]
1.      Genetik (bawaan)
Ada orang-orang tertentu memiliki gangguan organ ginjal sejak dilahirkan, meskipun kasusnya relatif sedikit. Anak yang sejak kecil mengalami gangguan metabolisme khususnya bagian ginjal, yaitu air seninya memiliki kecenderungan mudah mengendapkan garam yang membuat mudah terbentuk batu. Karena fungsi ginjalnya tidak dapat bekerja secara normal maka proses pengeluaran air kemih juga mudah mengalami gangguan, misalnya zat kapur dalam air kemih sehingga mudah mengendapkan batu.
2.      Makanan
Sebagian besar kasus penyakit batu ginjal disebabkan oleh faktor makanan dan minuman. Makanan-makanan tertentu memang mengandung bahan kimia yang berefek pada pengendapan air kemih, misalnya makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti oksalat dan fosfat. Kedua bahan tersebut mudah mengkristal di ginjal. Demikian juga pada makanan yang kadar asam uratnya tinggi. Orang  yang mengonsumsi air (khususnya air putih) dalam jumlah yang sedikit sangat berisiko terkena penyakit batu ginjal. Ini dikarenakan terjadi kekurangan cairan di ginjal sehingga air seni menjadi pekat, lalu mudah membentuk batu. Selain faktor makanan dan minuman, suplemen vitamin ikut berperan dalam pembentukan batu ginjal, misalnya kekurangan vitamin A atau terlalu banyak mengonsumsi vitamin D.
3.      Aktivitas
Faktor pekerjaan dan olahraga dapat mempengaruhi penyakit batu ginjal. Risiko terkena penyakit ini pada orang yang pekerjaannya banyak duduk lebih tinggi daripada orang yang banyak berdiri atau bergerak dan orang yang kurang berolahraga. Karena tubuh kurang gerak (tak berolahraga maupun aktivitas bekerja) menyebabkan peredaran darah maupun aliran air seni menjadi kurang lancar. Bahkan tidak hanya penyakit batu ginjal yang diderita, penyakit lain bisa dengan gampang menyerang.

D.   Pencegahan Penyakit Batu Ginjal
Perubahan gaya hidup untuk mencegah batu ginjal. Gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko batu ginjal, antara lain:
1.  Membatasi asupan makanan yang mengandung kadar kalsium tinggi seperti :
·         kol.
·         lobak,
·         brokoli,
·         sarden,
·         keju,
·         ikan salmon,
·         es krim, dan
·         susu
Batasi juga asupan makanan seperti tepung kentang yang dicampur susu, sup pakai krim, dan makanan yang diolah dengan susu keju dan cokelat.
2.  Membatasi makanan yang mengandung asam oksalat tinggi seperti :
·         kacang-kacangan,
·         bayam,
·         ubi,
·         cabe,
·         tahu dan tempe,
·         buncis,
·         kentang,
·         jeruk,
·         anggur, dan
·         stoberi
Dalam air kemih, oksalat terbanyak berasal dari dalam tubuh, makanan, serta dari hasil metabolisme vitamin C. Meski dari makanan porsinya hanya 10 persen, tapi harus berhati-hati agar jangan asal santap makanan yang mengandung oksalat tinggi.
3.  Mengurangi konsumsi protein hewani tinggi, seperti daging, ayam dan telur.
4.  Membatasi asupan garam, khususnya bagi penderita asam urat jangan melebihi 6 gram per hari.
5.  Minumlah banyak air putih minimah 2 liter per hari.
6.  Rajin berolahraga dan lakukan aktivitas fisik cukup.
7.  Hindari konsusmsi obat-obatan bebas terutama yang berefek terhadap ginjal.
8.  Kurangi konsumsi obat-obatan kimia kecuali sangat terpaksa yang             dianjurkan oleh dokter.
9.  Tidak mengonsumsi vitamin C lebih dari satu gram sehari.
10.   Hindari atau kurangi minuman, seperti coklat, kopi, teh, susu, dan soft      drink (bersoda).
11.     Hindari atau mengurangi makanan yang mengandung kadar purin[16] yang tinggi, seperti :
·         ikan laut,
·         usus goreng,
·         hati goreng,
·         ikan sarden,
·         emping melinjo, dan jeroan.
Gambar 6. Makanan Kaya Oksalat
Adapun pengobatan batu ginjal dapat dilakukan dengan tanaman tempuyung,
Untuk mengobati penyakit batu ginjal dapat digunakan daun tempuyung segar ataupun yang sudah dikeringkan. Jika akan menggunakan daun tempuyung yang segar, yaitu :
1.         Bahan
·           Ambillah lima lembar daun tempuyung yang segar
2.      Cara membuat
·         Cucilah daun tempuyung sampai bersih
·         Diasapkan sebentar
Daun tersebut dapat dimakan sampai habis sebagai lalapan bersama nasi. Sedangkan jika akan digunakan daun tempuyung yang dikeringkan yaitu :
1.      Bahan
·           Sediakan 500 mg daun tempuyung kering.
·           Satu gelas air panas
2.      Cara membuat
·           Seduh dengan satu gelas air panas seperti membuat air teh.
Minumlah air seduhan tersebut sebagai obat tiga kali sehari sampai batu ginjal hilang. Pengobatan dengan tanaman tempuyung juga dapat di kombinasikan sengan tanaman tradisional herbal yang lain, yaitu :
1.      Bahan
·           30 gram daun tempuyung segar
·           10 gram daun sambiloti kering
2.      Cara Membuat
·           Cuci semua bahan hingga bersih.
·           Rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc.
·           Lalu, saring.










BAB IV
PENUTUP

A.  Simpulan
              Adapun simpulan dari karya ilmiah di atas yaitu :
1. Tempuyung adalah tanaman herbal tradisional yang mempunyai khasiat untuk berbagai macam penyakit. Seperti batu ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi, radang payudara, bisul serta menurunkan demam dan masih banyak lagi.
2. Tanaman tempuyung mengandung senyawa kimia flavonoid, asam fenolat, silika, itanol dan kalium. Kalium dalam tempuyung cukup tinggi, sehingga kalium inilah yang membuat batu ginjal berupa kaslsium karbonat tercerai berai.
3. Pengobatan batu ginjal dengan tanaman tempuyung dapat menggunakan daun tempuyung yang masih segar ataupun sudah dikeringkan. Adapun daun tempuyung dapat dikombinasikan dengan tanaman obat herbal tradisional yang lain seperti daun sambiloto.

B.        Saran
Dari hasil penelitian di atas kita dapat mengetahui kandungan serta manfaat yang dimiliki tanaman tempuyung. Dengan itu penulis mempunyai saran, yaitu :
1.    Setelah mengetahui manfaat tanaman tempuyung kita dapat menggunakannya sebagai obat herbal alami batu ginjal yang diramu secara sederhana.
2.    Pemerintah diharapkan untuk dapat mengembangkan, melestarikan dan membudidayakan tanaman herbal alami seperti tempuyung agar tanaman ini tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya.
3.    Selalu menjaga pola hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit yang menyerang tubuh, khususnya pada sistem eksresi.


[1] Adi D. Tilong,  Kitab Herbal  Khusus Terapi ( Yogyakarta : D-Medika, 2012)  hal 53.
[2] Adi D. Tilong, Kitab Herbal Khusus Terapi Stroke (Jogjakarta: D-Medika, 2012)  hal 53.
[3] W.P. Winarto, Tempuyung Tanaman Penghancur Batu Ginjal (Depok : ArgoMedia Pustaka, 2004) hal 3.
[4] Kultikula : lapisan pelindung pada seluruh sistem tajuk (bagian tumbuhan yang berada di atas tanah) tumbuhan herba  yang berfungsi untuk memperlambat kehilangan ai dari daun, batang, bunga, buah, dan biji.
[5] Stomata : lubang atau celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan yang berwarna hijau yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup.
[6] Mesofil : jaringan yang ditemukan di dalam bagian daun (jaringan dasar daun)
[7] Uretra :  saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh.
[8] Adi D. Tilong, Kalkulator Kesehatan (Jogjakarta: D-Medika, 2012) hal 293-294.
[9] Bilirubin : senyawa pigmen berwarna kuning yang merupakan produk katabolisme enzimatik biliverdin.
[10] Adi D. Tilong, Kamus Penyakit dan Cara-cara Terapinya dengan Herbal Ajaib (Jogjakarta: Flashbooks, 2013) hal 31-32.
[11] Oksalat : senyawa kimia yang bergabung dengan kalsium dalam urin untuk membentuk jenis batu ginjal yang paling umum (batu kalsium oksalat)
[12] Flavonoidi : golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan.
[13] W.P. Wiranto, Tempuyung Tanaman Penghancur Batu Ginjal (Tangerang: AgroMedia Pustaka, 2004) hal 7.
[14] Hardi Sunonto dan Sri Kuncoro, Hancurkan Batu Ginjal dengan Ramuan Herbal (Bandung: Niaga Swadaya, 2005) hal 9-10.

[15] Hardi Sunonto dan Sri Kuncoro, Hancurkan Batu Ginjal dengan Tanaman Herbal (Bandung: Niaga Swadaya, 2005)  hal 8-9.
[16] Purin : senyawa yang mengandung nitrogen dan dihasilkan oleh sel-sel yang berada di dalam tubuh atau dari luar tubuh.
 
DAFTAR PUSTAKA

Kurnia, Hendrawan. 2009. Kiat Jitu Tangkal Penyakit Orang Kantoran. Yogyakarta: Best Publisher.
Prasetyono, Dwi Sunar. 2012. Daftar Tanda dan Gejala Ragam Penyakit. Yogyakarta: Flash Books.
Sa’adah, Sumiati. 2007. Mengenal Tanaman yang Berkhasiat Obat. Jakarta: Azka Press.
Soenanto, Hardi, Sri Kuncoro. 2005. Hancurkan Batu Ginjal dengan Ramuan Herbal. Bandung: Niaga Swadaya.
Tilong, Adi D. 2012. Kalkulator Kesehatan. Jogjakarta: D-Medika.
Tilong, Adi D. 2013. Kamus Penyakit dan Cara-cara Terapinya dengan Herbal Ajaib. Jogjakarta: Flash Books.
Tilong, Adi D.2012. Kitab Herbal Khusus Terapi Stroke. Jogjakarta: D-Medika.
Winarto, W.P. 2004.Tempuyung Tanaman Penghancur Bagi  Ginjal. Tangerang: AgroMedia Pustaka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

What is Your Dream in 2030?

Story About Borobudur